BGN menyetop penggunaan produk pabrikan pada menu makan bergizi gratis guna mendukung ekonomi lokal, bukan memperkaya konglomerat pemilik pabrik roti. BADAN Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan menghentikan penggunaan produk pabrikan pada menu makan bergizi gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta, Jumat, 26 September 2025. “Kami juga menghentikan penggunaan semua produk-produk pabrikan,” ucapnya. Ia memastikan santapan yang disuguhkan kepada siswa harus berasal dari bahan baku lokal.
Nanik dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN pada Rabu, 17 September 2025. Selama lebih dari sepekan menjabat, Nanik menyatakan masih menemukan banyak suguhan produk pabrikan pada menu MBG. Menurut dia, BGN bakal menjalankan instruksi Presiden bahwa dapur MBG bertujuan membangkitkan ekonomi lokal. “Bukan memperkaya konglomerat pemilik pabrik roti,” ucapnya. Nanik meminta dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) berhenti mentoleransi penggunaan produk pabrikan dan beralih ke bahan baku lokal. BGN mendorong roti yang disajikan dibuat oleh ibu-ibu murid untuk dikonsumsi siswa.
Namun ada pengecualian untuk beberapa produk, di antaranya susu. Produk susu kemasan bisa digunakan di dapur MBG, dengan catatan di dapur tersebut memang tak ada peternakan susu. “Maka terpaksa untuk sementara kami bolehkan menggunakan susu gemasan. Tapi, untuk produk lain, kami tidak akan mentoleransi dan kami tak akan memperbolehkannya lagi,” kata Nanik.

